Home EdukasiHukum Seputar Takbiran [Waktu Dan Tempat]
Hukum Seputar Takbiran [Waktu Dan Tempat]

Hukum Seputar Takbiran [Waktu Dan Tempat]

Hukum Seputar Takbiran [Waktu Dan Tempat] – Dalam islam kita menegenal 2 hari raya, yakni hari raya idul fitri dan idul adha, dan pada waktu tersebut kita dianjurkan untuk bertakbir sebanyak banyaknya. Seperti apa bunyi takbiran itu ?, silahkan bagi sobat yang belum hafal lafadznya bisa download mp3 takbiran di internet.

Setelah mengetahui lafadz takbiran, maka selanjutnya mari kita membahas tentang kapan diperbolehkannya takbiran dan dimana takbiran itu afdhol untuk dilakukan.

Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Waktu Dan Tempat Diperbolehkannya Takbiran

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai waktu dan tempat dari takbiran yang didasarkan dari beberapa dalil.

1. Hari Raya Idul Fitri

A. Waktu Disyariatkan Untuk Takbiran Idul Fitri

Yang pertama adalah waktu takbiran untuk Idul Fitri, waktu untuk takbiran pada hari raya Idul Fitri dimulai dari ba’da maghrib yang menunjukan tanggal 1 syawal sampai dengan selesai salat ied.

Ini didasarkan pada bunyi Al-quran surat al-baqarah ayat 185 yang mana dalam ayat tersebut Allah ta’ala berfirman yang intinya agar kita mencukupkan bilangan puasa yang telah kita lakukan dan bertakbir menurut petunjuknya yang telah diberikan kepadamu.

Dan takbiran di hari raya merupakan syariat Islam. Kemudian dalam hadis riwayat Ibnu Abi syaibah dalam kitab Al mushannaf : 5621, Ibnu Abi syaibah meriwayatkan bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam keluar dari rumah dan menuju lapangan lalu Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan Takbiran sampai menuju atau tiba di lapangan atau di Tanah Lapang. Lalu Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam tetap melakukan Takbiran sampai dengan selesai salat. Dan Kemudian beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam menghentikan takbirnya setelah menyelesaikan salat.

B. Tempat Untuk Takbiran Idul Fitri

lalu Dimanakah tempat untuk melakukan takbiran pada hari raya Idul Fitri itu?

Takbiran pada hari raya idul fitri itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja atau dengan kata lain tidak harus melakukannya di masjid.

Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abi syaibah di atas sangat dianjurkan sekali untuk memperbanyak takbir atau takbiran saat seseorang orang itu menuju lapangan atau tanah lapang sebelum melakukan salat I’ed. Kenapa demikian? Karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beserta para sahabatnya dulu melakukan ini dan menjadi kebiasaan.

Dasar-dasar dari pernyataan tersebut didasari dari beberapa hadits diantaranya adalah hadis riwayat Ibnu Abi syaibah dalam Al mushannaf kemudian Hadis riwayat Al Faryabi dalam Ahkam Al idain.

2. Hari Raya Idul Adha

Untuk hari raya Idul Adha sendiri terbagi ke dalam 2 waktu takbiran yang pertama:

A. Takbiran mutlak (takbiran yang tidak terikat oleh waktu)

 maksud dari takbiran mutlak ialah waktu untuk melakukan takbiran yang bisa dilakukan kapanpun dimanapun selama itu masih dalam waktu yang diperbolehkan untuk melakukan takbiran Adapun waktu untuk melakukan takbiran pada hari raya Idul Adha dimulai dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai dengan masuk waktu Ashar 13 julhijah. Selama 13 hari di bulan Dzulhijjah tersebut orang-orang muslim memiliki syariat untuk bertakbir sebanyak-banyaknya kapan saja dalam kondisi bagaimana pun, dimana saja berada di.

Takbiran mutlak ini boleh dilakukan ketika sedang berjalan, sedang berada di kantor, di masjid, di lapangan, atau di tempat-tempat manapun yang diperbolehkan untuk melakukan takbiran.

 Adapun dasar dari syariat kan nya untuk takbiran mutlak yakni dalam Alquran surat Al Hajj ayat 28 dimana pada ayat tersebut berbunyi “agar mereka berdzikir Dengan menyebut nama Allah di hari yang telah ditentukan“.

Kemudian dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 203, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang Manah artinya adalah sebagai berikut “dan berdzikirlah Dengan menyebut nama Allah di beberapa hari yang berbilang“.

Kemudian tafsir dari kedua Ayat tersebut bisa sobat lihat pada kitab Hadits Al Bukhari sebelum hadist nomor 969.

Kemudian siapa juga bisa melihat dalam kitab Fathul Bari 2/458 yang disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab tersebut dan sanadnya dishahihkan oleh Ibnu mardawaih. Dan masih banyak lagi tafsir tafsir yang menjelaskan 2 ayat diatas yang disebutkan.

 Masuk ke pembahasan yang kedua yakni takbiran Idul Adha yang terikat waktu.

2. Takbiran Idul Adha Yang Terikat Waktu

maksud dari takbiran yang ini adalah mengucapkan kalimat takbir setiap kali selesai dalam melaksanakan atau melakukan salat yang wajib.

Di mana waktu dari takbiran yang terikat oleh waktu ini dimulai dari ba’da sholat subuh di tanggal 9 julhijah sampai ba’da ashar di tanggal 13 Zulhijah.

Dalil-dalil dari takbiran terikat waktu adalah dari Umar Bin Khattab dan diriwayatkan Ibn Abi syaibah dan al-baihaqi serta sanadnya dishahihkan oleh al-albani.

Dimana hadis tersebut menyebutkan bahwa Sanya Umar Bin Khattab dahulu melakukan takbir ba’da subuh di tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan bakda zuhur di tanggal 13 Dzulhijjah.

Kemudian hadis lain yang mendasari syariat ini adalah hadis riwayat Ibn Abi syaibah dan al-baihaqi, kemudian al-baihaqi berkata hadits ini Shahih dari Ali radhiallahu anhu.

Hadis tersebut berbunyi bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan takbiran ba’da subuh di tanggal sembilan Dzulhijjah sampai dengan waktu bakda Ashar tanggal 13 zulhijjah. Beliau juga melakukan takbiran setelah ashar.

 Serta masih banyak lagi dalil-dalil yang menyebutkan tentang takbiran yang terikat oleh waktu.

Baik teman-teman semuanya itu tadi pembahasan mengenai hukum seputar takbiran, waktu dan tempat untuk melakukan takbiran baik takbiran Idul Adha ataupun takbiran Idul Fitri.

Semoga apa yang telah kami sampaikan pada kesempatan kali ini bisa diambil ilmu yang bermanfaat didalamnya,terima kasih atas perhatiannya jaza kallahu Khairan katsiro.